PENINGKATAN KESEHATAN PADA LANSIA DI DAERAH KARANG BOYO, KELURAHAN MUDAL, KECAMATAN BOYOLALI, KABUPATEN BOYOLALI

PENINGKATAN KESEHATAN PADA LANSIA

DI DAERAH KARANG BOYO, KELURAHAN MUDAL,

KECAMATAN BOYOLALI, KABUPATEN BOYOLALI

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Di zaman sekarang ini di era yang semakin global dan maju seperti diIndonesiasaat ini kesehatan merupakan suatu hal yang harus tetap selalu diperhatkan. Hal ini karena kesehatan suatu masyarakat merupakan suatu kesehatan bersama yang tetap harus dijaga. Dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal sekitarnya dan juga kebersihan badan. Dengan begitu, kita dapat menjaga kesehatan. Karena kesehatan merupakan suatu hal yang sangat berharga bagi diri seseorang. Terlebih lagi kesehatan pada lanasia, karena pada usia-usia yang sudah berumur seperti lansia meruakan usia yang rentan dengan datangnya suatu penyakit. Karena pada kondisi seperti itu, lansia mulai renntan dengan penyakit-penyakit yang dapat tmbul. Apalagi usia lansia merupakan usia yang sudah tidak seperti ketika masih muda. Lansia rentan dengan kondisi kebugaran tubuh yang mulai menurun. Dan hal ini mengakibatkan kondisi kesehatan yang mulai bermasalah. Hal ini membuat lansia menjadi mudah mendapatkan keluhan-keluhan rasa sakit yang menjalari tubuhnya yang membuat kesehatan lansia menjadi bermasalah.

Dan dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai keluhan para lansia tentang kesehatan tubuh mereka. Keluhan kesehatan pada lansia yang sering dikeluhkan oleh mereka adalah menurunnya kondisi tubuh sehingga membuat para lansia menjadi berkurang aktivitasnya. Selain itu kesehatan lansia sering ditandai dengan menurunnya produktifitas kerja. Dengan meningkatnya usia beberapa fungsi vital dalam tubuh juga ikut mengalami kemunduran seperti fungsi pendengaran yang menurun, penglihatan berkurang atau menjadi kabur dan kekuatan fisik menjadi berkurang.

Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang menurut Kane dan Ouslander sering disebut dengan istilah 14 I, yaitu :

  1. immobility (kurang bergerak)
  2. instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh)
  3. incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar)
  4. intellectual impairment (gangguan intelektual/dementia)
  5. infection (infeksi)
  6. impairment of vision and hearing, taste, smell, communication, convalescence, skin integrity (gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit)
  7. impaction (sulit buang air besar)
  8. isolation (depresi)
  9. inanition (kurang gizi)

10. impecunity (tidak punya uang)

11. iatrogenesis (menderita penyakit akibat obat-obatan)

12. insomnia (gangguan tidur)

13. immune deficiency (daya tahan tubuh yang menurun)

14. impotence (impotensi)

Penampilan penyakit pada lanjut usia atau lansia sering berbeda dengan pada dewasa muda, karena  penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan-kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua, yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

Dan masalah kesehatan utama tersebut yang sering terjadi pada lansia perlu dikenal dan dimengerti oleh siapa saja yang banyak berhubungan dengan perawatan lansia agar dapat memberikan perawatan kepada mereka untuk mencapai derajat kesehatan yang  seoptimal mungkin.

Dan peneliti melakukan penelitian ini karena peneliti ingin mengetahui lebih banyak mengenai masalah tentang kesehatan pada lansia. Setiap lansia memerlukan kondisi tubuh yang fit agar bisa melakukan aktivitasnya dengan baik. Dengan kondisi tubuh yang baik maka kondisi kesehatannya juga akan lebih baik juga. Selain itu, peneliti juga ingin tahu bahwa peningkatan kesehatan pada lansia itu juga membutuhkan dukungan atau bantuan dari orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu agar tingkat kesehatan lansia itu bisa baik, maka diperlukan dukungan dan juga sarana prasarana kesehatan yang optimal yang bisa menunjang kesehatan para lansia.

  1. B.    Tujuan

Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui masalah tentang kesehatan pada lansia
  2. Untuk mengetahui cara meningkatkan kesehatan pada lansia
  1. C.    Manfaat

Dengan adanya panelitian ini, maka manfaat yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

  1. Dapat memberikan informasi tentang masalah kesehatan yang dialami lansia
  2. Dapat mengetahui tentang cara untuk meningkatkan kesehatan pada lansia sehingga bisa lebih memperbaiki tingkat kesehatannya
  3. Dengan adanya penelitian ini maka dapat menumbuhkan semangat pada lansia untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya agar bisa menjadi lebih baik.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Situasi Wilayah

Berdasarkan data-data yang telah diperoleh peneliti dalam melakukan penelitian ini, maka didapatkan hasil data tentang kondisi atau situasi di daerah Karang Boyo, Kelurahan Mudal, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, yaitu sebagai berikut :

  1. Spatial Data

a)     Luas dan pembagian wilayah

Kelurahan Mudal memiliki luas tanah ± 30, 15 Ha yang terbagi ke dalam 4 daerah Kebayanan, yaitu sebagai berikut :

  1. Kebayanan Karang Bulu dan Karang Boyo
  2. Kebayanan Tuwuh Sari
  3. Kebayanan Kentingan
  4. Kebayanan Nangsri

Dari 4 daerah Kebayanan tersebut, terbagi lagi ke dalam 8 RW dan 29 RT yang tersebar di seluruh Kelurahan Mudal. Serta di Kelurahan Mudal terdapat 29 desa, antar lain sebagai berikut :

  1. Karang Bulu
  2. Kemuning
  3. Drono
  4. Solo Tempel
  5. Sido Mulyo
  6. Karang Wuni
  7. Karang Boyo
  8. Bekuning
  9. Jlengut

10. Karang Turi

11. Krandu

12. Krandu Sari

13. Solo Krandu

14. Kembang

15. Kauman

16. Tegal Waton

17. Tuwuh Sari

18. Pasekan

19. Jotosan

20. Jarsari

21. Gatak

22. Kentingan

23. Nangsri Lor

24. Nangsri Kidul

25. Jembang Sari

26. Mudal

27. Sedalem

28. Karang Salam

29. Ngledok

b)      Batas-batas Wilayah

  1. Sebelah utara        : Kelurahan Kebonbimo
  2. Sebelah selatan     : Kelurahan Karang Geneng
  3. Sebelah barat        : Kelurahan Pandeyan
  4. Sebelah timur       : Kelurahan Metuk

c)      Kondisi Geografis

Daerah Karang Boyo, Kelurahan Mudal termasuk daerah yang berada di daerah dataran rendah dengan suhu udara setiap hari itu berkisar 27 °C – 30 °C. Hal ini membuat daerah di Kelurahan Mudal cukup sejuk dan tidak terlalu panas. Selain itu, Kelurahan Mudal juga terletak tidak terlalu jauh dengan Pusat Pemerintahan Kebupataten sekitar 7 km.

  1. Time Related Data

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan dengan tambahan informasi yang diperoleh dari beberapa warga sekitar dan ketua RT, dapat diketahui bahwa sebagian besar daerah di daerah Karang Boyo dahulunya merupakan daerah pertanian yang digunakan warga untuk bersawah dan berkebun dengan menanam tanaman pertanian yang bisa menghasilkan, seperti padi, jagung, ketela, kacang tanah dan sayur-sayuran. Selain itu, di daerah tersebut dulunya belum terlalu banyak rumah yang berdiri, sehingga masih area pematang sawah. Tapi kemudian, dengan adanya pembangunan dan zaman yang semakin berkembang, lambat laun daerah pertanian atau ladang semakin berkurang. Hal ini dikarenakan semakin banyak warga sekitar yang mulai membangun rumah untuk tempat tinggal mereka.

Dengan adanya pembangunan rumah tersebut, membuat daerah persawahan menjadi berkurang. Selain di bangun rumah, di beberapa lahan tanah yang kosong juga mulai dibangun tempat beribadah, yaitu masjid dan mushola. Dengan begitu warga bisa melakukan ibadah di tempat tersebut. Sekolah-sekolah juga mulai dibangun, agar warga bisa bersekolah untuk menuntut ilmu sehingga ilmu tersebut bisa berguna untuk masa depan dan kehidupannya.

Menurut informasi dari warga, dengan dibangun masjid dan sekolah-sekolah. Mereka bisa beribadah dan bisa bersekolah disana. Sehingga membuat mereka tetap ingat pada ALLAH SWT dan menjalankan ibadah dengan khusyu’. Dan dengan bersekolah mereka dapat memperbaiki taraf pendidikan mereka agar menjadi lebih baik dibandingkan orang-orang yang terdahulu yang mungkin belum mengenyam bangku pendidikan dan sekolahan.

Dan saat ini kondisi lingkungan di daerah Karang Boyo terlihat asri dan bersih. Selokan-selokan yang ada juga dibersihkan dari sampah-sampah yang ada. Karena menurut warga setiap satu minggu sekali dilakukan kebersihan desa atau kerja bakti guna menjaga kesehatan seluruh warga masyarakat. Selain itu, taraf kehidupan maupun pendidikan warga juga semakin lama semakin baik dan tidak ada masalah.

  1. Social Data

Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil tentang data kependudukan sebagi berikut :

a)     Demografis ( data penduduk )

  • Dari data yang diperoleh dari keterangan Ketua RT setempat dapat diketahui bahwa jumlah penduduk di daerah Karang Boyo berjumlah sekitar 355 jiwa yang terdiri dari sekitar 73 KK ( Kepala Keluarga ). Yang mana seluruh warga tersebut merupakan penduduk asli di daerah Karang Boyo.

b)      Agama

  • Dari keterangan Ketua RT setempat, dapat diketahui bahwa seluruh warga di daerah Karang Boyo itu beragama islam. Hal ini terbukti dengan terdapat tempat ibadah seperti masjid dan mushola yang berada di daerah terebut.

c)      Pendidikan

  • Taraf pendidikan warga di daerah Karang Boyo adalah sebagai berikut :

¨       Tidak sekolah                  : 15

¨       Belum sekolah                : 55

¨       SD                                  : 125

¨       SMP                                : 80

¨       SMA                      : 45

¨       Perguruan Tinggi   : 25

¨       Sederajad              : 10

d)     Pekerjaan

¨       Petani                             : 40 orang

¨       Pedagang               : 25 orang

¨       PNS                       : 15 orang

¨       Swasta                  : 45 orang

¨       Perawat                 : 3 orang

¨       Guru                     : 17 orang

¨       Buruh                             : 25 orang

¨       Pelajar                  : 165 orang

¨       Tidak bekerja        : 20 orang

  1. Technical Data

a)     Listrik

  • Di daerah Karang Boyo ini seluruh warga sudah memiliki listrik sendiri-sendiri. Sehingga di setiap rumah itu sudah memiliki rekening listrik sendiri dan tidak ada warga yang menumpang atau nyalur listrik dari rumah warga yang lain. Penerangan di jalan-jalan pun sudah cukup memadai ditambah lagi di setiap ujung depan rumah setiap warga juga diberi penerangan lampu neon kecil. Sehingga hal ini membuat jalanan menjadi terang.
  • Dan untuk membayar tagihan rekening listrik, warga dapat membayarkannya mulai tanggal 1 – 20 setiap bulannya. Bila warga membayarnya melebihi tanggal tersebut atau telat membayar maka warga akan dikenai denda sebesar Rp 3.000,-. Dan untuk membayar tagihan rekening listrik tersebut, warga dapat membayarkannya langsung ke PLN atau bisa juga melalui sistem pembayaran on line yang ada di beberapa tempat seperti di swalayan.

b)      Telepon

  • Tidak semua warga di daerah Karang Boyo memiliki telepon rumah. Hanya sekitar 5 rumah yang memiliki telepon rumah. Karena warga lebih banyak menggunakan HP yang lebih praktis dan mudah di bawa kemana-mana.
  1. B.    Problem Atau Masalah Yang Terjadi

Dari sejumlah warga yang ada di daerah Karang Boyo, terdapat sekitar 40 orang yang telah berusia lanjut atau lansia. Dari sejumlah lansia tersebut, kadang terdengar keluhan sakit, kurang asupan gizi, tubuhnya kurang bugar atau kurang sehat dan ada yang kurang menjaga kesehatan tubuh dan juga lingkungan sekitarnya. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh yang menurun, sehingga para lansia tersebut tidak memiliki tenaga yang memungkinkan mereka untuk bisa beraktivitas dan bekerja seperti saat mereka masih muda. Oleh karena kurang gerak, kurang beraktivitas dan kurang olah raga, hal ini membuat kesehatan tubuh mereka menjadi terganggu. Sehingga membuat mereka menjadi sering mengeluhkan rasa sakit yang mereka rasakan atau yang menyerang tubuh mereka.

Penyakit yang kadang menghampiri para lansia seperti sesak nafas, penyakit jantung, komplikasi, kepikunan dan masih banyak lagi penyakit yang lainnya yang bisa saja menghampiri para lansia di usia yang sudah lanjut seperti sekarang ini. Dan yang sering dikeluhkan oleh warga di daerah Karang Boyo adalah seringnya merasakan badan meriang atau panas dingin, pusing kepala, tekanan darah tinggi, batuk dan sesak nafas.

  1. C.    Solusi atau Pemecahan Masalah

Dengan adanya permasalahan yang muncul atau yang terjadi di daerah Karang Boyo tersebut, yaitu masalah yang berkaitan dengan kesehatan para lansia ini yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keadaan atau kondisi tersebut adalah dengan mengadakan penyuluhan atau pembinaan kepada lansia tentang bagaimana cara menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Selain itu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan para lansia adalah dengan melakukan program-program kesehatan guna memperbaiki dan meningkatkan kesehatan para lansia tersebut.

Disamping itu, guna meningkatkan kesehatan pada lansia yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki pola hidup agar menjadi pola hidup yang lebih sehat, olah raga teratur, menjaga kondisi tubuh, menjaga kebersihan lingkungan, mendapatkan asupan gizi yang baik dan menerapkan pola hidup sehat. Dengan begitu, maka kesehatan lansia akan menjadi lebih baik. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin tiap sebulan atau enam bulan sekali. Sehingga bila ada keluhan-keluhan sakit yang dirasakan dapat diobat sedini mungkin agar tidak menjadi lebih parah. Bila cara-cara tersebut dapat ditempuh dan dilakukan dengan baik, maka hal ini akan dapat membuat kesehatan lansia menjadi lebih baik. Sehingga mereka tidak akan mudah merasakan keluhan-keluhan sakit dan mereka dapat menjalani kehidupan dengan kondisi tubuh yang sehat

  1. D.    Program Aksi

Berdasarkan masalah yang ada tersebut, maka program aksi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah kesehatan lansia tersebut adalah dengan melakukan program Posyandu Lansia. Yang mana program ini bisa dilakukan setiap satu bulan sekali. Dengan adanya program posyandu lansia ini, kesehatan lansia di daerah Karang Boyo ini dapat meningkat menjadi lebih baik. Sehingga para lansia menjadi lebih sehat dari sebelum dilakukan posyandu lansia ini.

Dalam posyandu lansia ini, yang dilakukan antara lain adalah dengan menimbang berat badan dari lansia terlebih dahulu. Setelah berat badan ditimbang, kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui apakah tekanan darahnya rendah, normal atau tinggi. Bila ada yang merasakan keluhan rasa sakit maka dapat diberi obat untuk mengobati rasa sakit tersebut. Dengan begitu rasa sakit tersebut akan segera sembuh. Dan bila tidak ada cukup ditimbang berat badannya dan diukur tekanan darahnya tidak perlu diberi obat. Setelah itu, para lansia dapat diberi gizi seperti makanan dan minuman yang bergizi setelah semua pemeriksaan selesai dilakukan, misalnya dengan diberi susu dan roti.

Bila pemeriksaan kesehatan terhadap semua lansia ini sudah selasai dilakukan, maka dapat dilakukan pembinaan atau penyuluhan tentang kesehatan yang bisa dilakukan oleh ketua RT atau ketua RW atau bisa juga oleh orang ahli dalam bidang kesehatan, seperti dokter dan ahli kesehatan lain.

Selain pemeriksaan kesehatan yang rutin setiap sebulan sekali, yang bisa dilakukan adalah melakukan olah raga senam bagi lansia yang rutin juga setiap satu minggu dua kali. Sehingga dengan olah raga yang rutin dapat meningkatkan kondisi tubuh agar bisa menjadi lebih sehat dan badan menjadi lebih bugar lagi sehingga mereka tidak akan mengalami keluhan sakit pada tubuh mereka.

Dengan adanya program posyandu lansia dan olah raga senam bagi para lansia, maka hal ini dapat meningkatkan kondisi tubuh dan membuat mereka menjadi lebih sehat dan tidak ada keluhan rasa sakit lagi.

  1. E.    Evaluasi

Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti tentang peningkatan kesehatan terhadap lansia di daerah Karang Boyo, dapat diketahui bahwa peningkatan kesehatan dapat dilakukan dengan cara menggalakkan posyandu lansia yang dapat dilakukan setiap satu bulan sekali guna mengetahui kondisi kesehatan lansia dengan lebih cermat dan kontinyu atau berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kesehatan pada lansia juga bisa dilakukan dengan melakukan olah raga senam bagi para lansia. Dengan begitu kondisi badan lansia bisa menjadi lebih bugar dan lebih sehat.

Sejauh pengamatan peneliti selama penelitian ini berlangsung, pelaksanaan kegiatan dari program tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang telah ditetapkan dan tepat pada waktunya.

Agar program peningkatan kesehatan pada lansia ini dapat berjalan dengan baik, maka perlu ada kerjasama dan dukungan yang baik dari semua pihak guna membantu pelaksanaan program ini agar bisa berhasil dan berjalan dengan semestinya.

BAB III

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti yang mengkaji tentang masalah peningkatan kesehatan lansia di daerah Karang Boyo, Kelurahan Mudal, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah tentang masalah kesehatan lansia yang ada di daerah Karang Boyo.

Guna memperbaiki dan meningkatkan kesehatan pada lansia di daerah Karang Boyo yang dapat dilakukan adalah dengan menggalakkan program posyandu lansia dan juga olah raga senam bagi para lansia. Dengan adanya program ini maka akan dapat meningkatkan kesehatan pada lansia. Karena dengan adanya program ini, maka kesehatan pada lansia akan bisa di cek setia bulannya melalui program posyandu lansia. Dan kebugaran tubuh lansia juga akan tetap terjaga dengan adanya olah raga senam pada lansia. Dan program ini akan berhasil untuk meningkatkan kesehatan pada lansia bila dilakukan secara rutin setiap bulan.

  1. B.    Saran

Agar program peningkatan kesehatan pada lansia ini bisa terwujud dan terlaksana dengan baik, maka dibutuhkan kemauan yang kuat dari diri lansia untuk mau mengikuti program itu agar bisa hidup lebih sehat. Sehingga para lansia harus mempunyai kesadaran bahwa kesehatan itu sangat penting dan kesehatan itu sangat mahal harganya.

Berdasarkan hal itu, saran yang dapat peneliti sampaikan adalah agar seluruh warga dapat mendukung dan ikut serta dalam penyelenggaraan program tersebut. Sehingga dengan begitu program peningkatan kesehatan pada lansia ini akan bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dan guna tercapainya hal itu, diperlukan juga kerjasama yang baik antara penyelenggara dan para lansia agar program ini dapat berjalan dengan baik.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s